pendidikan kewarganegaraan

Sabtu, 19 Maret 2011

Pendidikan kewarganegaraan atau PKn saat ini seolah masih mengalami masa traumatis setelah melalui fase orde baru yang cukup represif. Sebagai bentuk metamorfosa dan eforia reformasi maka PPKn pun diganti, direvisi, dan diputar balik mencari format baru. Pendekatan dan metodologi terus digenjot disosialisasikan kepada guru. Kita sudah dapat memastikan bahwa program itu tidak akan berhasil. Artinya, tidak semua guru PKn mendapatkan informasi yang benar mengenai pendekatan dan metodologi yang benar untuk materi yang ada. Akhirnya, semua bisa ditebak… mereka asyik dengan dunia yang sudah biasa mereka nikmati.
Para guru PKn seharusnya melakukan transformasi penting dalam  KBM. Hal ini mengingat bahwa kondisi politik, hukum, dan kewarganegaraan sering menjadi sulit dimengerti dan tergantung kepada kelompok kepentingan. Kalau hal positif tidak ditanamkan dan dikembangkan dengan benar, bukan tidak mungkin jika generasi mendatang akan hidup dalam kondisip apatis dan opportunis.  Masih banyak ide… nanti dilanjut…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar